STANGGANG, FARIDA (2025) HUBUNGAN PERNIKAHAN USIA DINI DENGAN KEJADIAN KANKER SERVIKS DI RSBP KOTA BATAM 2025. S1 Kebidanan thesis, Universitas Awal Bros.
|
Text
SKRIPSI 202415202061 FARIDA STANGGANG-S1 KEBIDANAN.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Public Domain Dedication. Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Hubungan Pernikahan Usia Dini Dengan Kejadian Kanker Serviks Di RSBP Kota Batam Latar Belakang: Kejadian kanker serviks setiap tahun mengalami peningkatan dan risiko kematian akibat kanker serviks juga meningkat. Salah satu faktor risiko terjadinya kanker serviks adalah riwayat menikah usia dini. Di Indonesia jumlah wanita yang menikah usia dini masih banyak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah pernikahan usia dini dapat meningkatkan risiko kejadian kanker serviks. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik. Sampel penelitian ini terdiri dari 17 pasien kanker serviks. Sampel penelitian ini menggunakan tekhnik total populasi yaitu seluruh pasien kanker serviks yang melakukan kunjungan di poli onkologi dengan status pertama kali menikah umur remaja yaitu antara 10-21 tahun sebanyak 17 orang. Hasil: Hubungan Pernikahan Dini Terhadap Kejadian kanker serviks di RSBP Kota Batam. Mayoritas Responden dengan Umur pertama kali menikah pada kelompok remaja akhir 18-21 tahun dengan status kanker stadium 3-4 sebanyak 7 orang (50%) dan minoritas Responden dengan Umur pertama kali menikah pada kelompok remaja akhir 14-17 tahun dengan status stadium 1-2 sebanyak 1 orang (25%). Sementara untuk uji chi square dengan hasil nilai 0.603>0.05 artinya tidak terdapat Hubungan Pernikahan Dini Terhadap Kejadian kanker serviks. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini wanita yang memiliki riwayat menikah usia dini memiliki risiko 8,4 kali lebih tinggi terkena kanker serviks dibandingkan yang tidak memiliki riwayat menikah usia dini. Kata kunci: Pernikahan usia dini, kanker serviks ABSTRACT The relationship between early marriage and the incidence of cervical cancer at RSBP Batam City Background: Every year the incidence of cervical cancer is increase and the risk of death from cervical cancer is also increased. One of the risk factor of cervical cancer is a history of early marriage. In Indonesia,there are many women who married in early age. The purpose of this study is to detemine whether early marriage may increase the risk of cervical cancer. Methods: This study was an observational analytic study. The sample consisted of 17 cervical cancer patients. The total population sample was selected using a total population sample, comprising all cervical cancer patients visiting the oncology clinic, aged 10-21 years old, who were first married for the first time. Results: The Relationship Between Early Marriage and the Incidence of Cervical Cancer at RSBP Batam City. The majority of respondents with the age of first marriage in the late teenage group 18-21 years with cancer status stage 3-4 as many as 7 people (50%) and the minority of respondents with the age of first marriage in the late teenage group 14-17 years with cancer status stage 1-2 as many as 1 person (25%). Meanwhile, the chi-square test with the result of 0.603>0.05 means there is no relationship between early marriage and the incidence of cervical cancer. Conclusions: Based on this research women who had history of early marriage have risk to get cervical cancer 8,4 times bigger than women who didn’t have history of early marriage. Keywords: Early marriage, cervical cancer ABSTRAK Hubungan Pernikahan Usia Dini Dengan Kejadian Kanker Serviks Di RSBP Kota Batam Latar Belakang: Kejadian kanker serviks setiap tahun mengalami peningkatan dan risiko kematian akibat kanker serviks juga meningkat. Salah satu faktor risiko terjadinya kanker serviks adalah riwayat menikah usia dini. Di Indonesia jumlah wanita yang menikah usia dini masih banyak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah pernikahan usia dini dapat meningkatkan risiko kejadian kanker serviks. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik. Sampel penelitian ini terdiri dari 17 pasien kanker serviks. Sampel penelitian ini menggunakan tekhnik total populasi yaitu seluruh pasien kanker serviks yang melakukan kunjungan di poli onkologi dengan status pertama kali menikah umur remaja yaitu antara 10-21 tahun sebanyak 17 orang. Hasil: Hubungan Pernikahan Dini Terhadap Kejadian kanker serviks di RSBP Kota Batam. Mayoritas Responden dengan Umur pertama kali menikah pada kelompok remaja akhir 18-21 tahun dengan status kanker stadium 3-4 sebanyak 7 orang (50%) dan minoritas Responden dengan Umur pertama kali menikah pada kelompok remaja akhir 14-17 tahun dengan status stadium 1-2 sebanyak 1 orang (25%). Sementara untuk uji chi square dengan hasil nilai 0.603>0.05 artinya tidak terdapat Hubungan Pernikahan Dini Terhadap Kejadian kanker serviks. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini wanita yang memiliki riwayat menikah usia dini memiliki risiko 8,4 kali lebih tinggi terkena kanker serviks dibandingkan yang tidak memiliki riwayat menikah usia dini. Kata kunci: Pernikahan usia dini, kanker serviks ABSTRACT The relationship between early marriage and the incidence of cervical cancer at RSBP Batam City Background: Every year the incidence of cervical cancer is increase and the risk of death from cervical cancer is also increased. One of the risk factor of cervical cancer is a history of early marriage. In Indonesia,there are many women who married in early age. The purpose of this study is to detemine whether early marriage may increase the risk of cervical cancer. Methods: This study was an observational analytic study. The sample consisted of 17 cervical cancer patients. The total population sample was selected using a total population sample, comprising all cervical cancer patients visiting the oncology clinic, aged 10-21 years old, who were first married for the first time. Results: The Relationship Between Early Marriage and the Incidence of Cervical Cancer at RSBP Batam City. The majority of respondents with the age of first marriage in the late teenage group 18-21 years with cancer status stage 3-4 as many as 7 people (50%) and the minority of respondents with the age of first marriage in the late teenage group 14-17 years with cancer status stage 1-2 as many as 1 person (25%). Meanwhile, the chi-square test with the result of 0.603>0.05 means there is no relationship between early marriage and the incidence of cervical cancer. Conclusions: Based on this research women who had history of early marriage have risk to get cervical cancer 8,4 times bigger than women who didn’t have history of early marriage. Keywords: Early marriage, cervical cancer ABSTRAK Hubungan Pernikahan Usia Dini Dengan Kejadian Kanker Serviks Di RSBP Kota Batam Latar Belakang: Kejadian kanker serviks setiap tahun mengalami peningkatan dan risiko kematian akibat kanker serviks juga meningkat. Salah satu faktor risiko terjadinya kanker serviks adalah riwayat menikah usia dini. Di Indonesia jumlah wanita yang menikah usia dini masih banyak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah pernikahan usia dini dapat meningkatkan risiko kejadian kanker serviks. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik. Sampel penelitian ini terdiri dari 17 pasien kanker serviks. Sampel penelitian ini menggunakan tekhnik total populasi yaitu seluruh pasien kanker serviks yang melakukan kunjungan di poli onkologi dengan status pertama kali menikah umur remaja yaitu antara 10-21 tahun sebanyak 17 orang. Hasil: Hubungan Pernikahan Dini Terhadap Kejadian kanker serviks di RSBP Kota Batam. Mayoritas Responden dengan Umur pertama kali menikah pada kelompok remaja akhir 18-21 tahun dengan status kanker stadium 3-4 sebanyak 7 orang (50%) dan minoritas Responden dengan Umur pertama kali menikah pada kelompok remaja akhir 14-17 tahun dengan status stadium 1-2 sebanyak 1 orang (25%). Sementara untuk uji chi square dengan hasil nilai 0.603>0.05 artinya tidak terdapat Hubungan Pernikahan Dini Terhadap Kejadian kanker serviks. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini wanita yang memiliki riwayat menikah usia dini memiliki risiko 8,4 kali lebih tinggi terkena kanker serviks dibandingkan yang tidak memiliki riwayat menikah usia dini. Kata kunci: Pernikahan usia dini, kanker serviks
| Item Type: | Thesis (S1 Kebidanan) |
|---|---|
| Subjects: | S1 Kebidanan dan Profesi Bidan > Kesehatan Anak dan Remaja S1 Kebidanan dan Profesi Bidan > Kesehatan Reproduksi |
| Divisions: | S1 Kebidanan |
| Depositing User: | Farida Stanggang |
| Date Deposited: | 06 May 2026 03:49 |
| Last Modified: | 06 May 2026 03:49 |
| URI: | http://repositori.psdku.univawalbros.ac.id/id/eprint/561 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

